Mendikti Bakal Evaluasi Penerimaan Maba Buntut Rektor Unsoed Tersangka KPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur mandiri Universitas Soedirman (Unsoed) pasca kasus pemerasan dan gratifikasi yang menyorong Rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Norman Arie Prayogo sebagai tersangka KPK. KPK menyatakan kedua pelaku mematok tarif Rp 650 juta per calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed melalui perantara Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto. Uang pemerasan tidak dikembalikan ke orang tua calon mahasiswa yang tidak lulus seleksi, sehingga Norman meminjam dari keponakan Rektor untuk membayar kembali. Mendikti menunjuk Plh Rektor untuk menjaga proses perkuliahan tidak terganggu dan akan melakukan evaluasi sistem penerimaan maba secara kokoh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.16
KPK Sebut Kasus Rektor Unsoed Jadi Ancaman Serius Pendidikan Indonesia
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
KPK Beberkan Modus Dugaan Pemerasan Masuk Unsoed, Minta Rp650 Juta
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 09.11
Kasus Dugaan Korupsi Petinggi Unsoed Mencoreng Dunia Kampus
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 03.30
Skandal Rp650 Juta: Mahasiswa Bayar Mahal, Tetap Gagal Masuk Kedokteran
Berita terkait
KPK Telusuri Jumlah Total Maba Unsoed Hasil Pemerasan Rektor
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 08.20
Nasib Mahasiswa Unsoed: Setor Uang Fantastis, Rektor Dibekuk KPK
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 02.30
Apa Orang Tua Mahasiswa Bakal Dikejar KPK Buntut Kasus Rektor Unsoed?
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 20.30
Gratifikasi Rektor Unsoed, KPK Buka Suara Nasib Mahasiswa yang Diperas
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.43