Dunia Dalam Bahaya, Layanan Pembayaran Global Sudah Siaga Penuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Visa, jaringan pembayaran global yang memproses hingga satu miliar transaksi per hari dengan nilai US$15 triliun per tahun, sedang dalam kondisi siaga tinggi menghadapi ancaman siber yang semakin canggih akibat kemajuan AI. Presiden Teknologi Visa, Rajat Taneja, menyatakan perusahaan terinspirasi dari berbagai insiden keamanan siber sepanjang tahun ini, termasuk celah pada model AI Mythos buatan Anthropic dan serangan agen AI terhadap Hugging Face. Untuk mitigasi, Visa membuka sebagian kode sumber sistem pertahanan siber canggihnya. Taneja memperingatkan bahwa serangan siber di masa depan akan semakin adaptif dan mampu berkembang secara otonom tanpa campur tangan manusia, memberikan 'kekuatan super' bagi para peretas. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya adopsi agen AI dalam sistem pertahanan untuk menyeimbangkan ancaman yang dinamis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 07.45
Bill Gates: AI Sangat Mungkin Bikin Miliaran Manusia Mati
JawaPos · 28 September 2026 pukul 22.15
Agen AI Kembali Bertindak di Luar Instruksi, OpenAI Hentikan Pelatihan Model Terbaru
Berita terkait
OpenAI Ungkap 53 Gambar Pengguna Sempat Diunggah ke Situs Hosting Publik
JawaPos · 26 September 2026 pukul 19.30
ESET Luncurkan Layanan MDR Berbasis AI, Respons Deteksi Ancaman Diklaim 6 Menit
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 22.51
Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah Australia, Perdana Menteri Cemas
Detik.com · 24 September 2026 pukul 14.12
Risiko AI Meningkat, Bank Indonesia Perkuat Keamanan Sistem Keuangan Digital
JawaPos · 24 September 2026 pukul 13.45