Ecommerce China Pembunuh UMKM Diusir RI, Nasibnya Kini Memprihatinkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Shein dan Temu, dua raksasa e-commerce asal China, sempat menggemparkan industri UMKM di Indonesia dengan model bisnis jual langsung dari pabrik ke konsumen yang membuat harga sangat murah, sehingga dianggap membunuh UMKM lokal. Pemerintah Indonesia mengambil tindakan dengan melarang keduanya masuk ke pasar Indonesia untuk melindungi persaingan sehat.
Di tingkat internasional, nasib mereka memburuk setelah pemerintahan Donald Trump menghapus kebijakan 'de minimis' yang sebelumnya membebaskan bea masuk untuk barang impor murah di AS. Akibatnya, Shein dan Temu harus membayar tarif bea masuk tinggi, hingga 87,5% untuk produk ke AS. Shein mengalami kerugian kuartalan hingga US$99 juta pada Q1 2026, setelah sebelumnya mencatat laba bersih US$395 juta pada tahun sebelumnya.
Saat ini, Shein bersiap untuk mencatatkan sahamnya di Hong Kong pada 10 Juli mendatang, meskipun menghadapi tantangan biaya akuntansi satu kali yang besar. Uni Eropa juga memberlakukan bea masuk sebesar 3 Euro untuk impor e-commerce bernilai rendah, yang memperburuk kondisi bisnis Shein dan Temu.
Bagikan
Berita terkait
Mendag Buka Peluang Revisi Aturan E-Commerce Demi Lindungi UMKM
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.34
Membedah Ongkos Jualan Online 2026: Lapisan Biaya yang Menggerus Margin Brand Lokal
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 14.04
Kemendag Gandeng Tokopedia dan TikTok Shop Pasarkan Produk Lokal Terkurasi
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.19
Ramai Isu Seller Tinggalkan Marketplace, Data DOKU Justru Berkata Lain!
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 15.55