Efek Algoritma Medsos, Pengguna Dikurung Konten yang Disukai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wamenkomdigi Nezar Patria menjelaskan bahwa algoritma media sosial menggunakan machine learning untuk melakukan user profiling berdasarkan aktivitas pengguna. Hal ini menciptakan fenomena 'echo chamber', di mana pengguna hanya menerima konten yang sesuai dengan minat mereka, termasuk dalam isu politik dan sosial. Kondisi ini berisiko membentuk persepsi subjektif daripada menyampaikan kebenaran faktual.
Menghadapi tantangan informasi yang tidak terverifikasi, pemerintah mendorong terciptanya integritas informasi di ruang digital. Langkah yang diambil meliputi penerbitan Surat Edaran etika AI, pedoman jurnalistik AI oleh Dewan Pers, Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional, serta implementasi UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.20
Donald Trump Terobsesi dengan Gambar Hasil AI
Berita terkait
Australia Siapkan Aturan Baru, Pengguna Bisa Matikan Algoritma Medsos
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.45
Ibas Ajak Anak Muda Berpikir Kritis & Aktif dalam Hadapi AI-Medsos
Detik.com · 8 September 2026 pukul 09.55
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online di Balik Spam Komentar Medsos
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 19.10
Komdigi: Jika Ada Konten Pejompongan Hilang, Itu Inisiatif Platform
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.55