Elon Musk: AI Bawa Era Kelimpahan, Tabungan Tak Relevan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elon Musk menyatakan optimisme besar terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam wawancara dengan The Economist dan Forbes, pendiri Tesla dan SpaceX itu memprediksi AI akan melampaui kecerdasan manusia dalam sekitar lima tahun ke depan. Ia juga meramalkan akan ada 100 juta hingga satu miliar robot humanoid, seperti robot Optimus buatan Tesla, yang menggantikan pekerjaan kasar. Ekonomi global diperkirakan bisa berlipat ganda dalam lima hingga enam tahun berkat pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat.
Menurut Musk, era kelimpahan yang didorong AI akan membuat uang tunai dan tabungan pensiun menjadi tidak relevan. Manusia bisa mendapatkan apa saja yang mereka bayangkan, asalkan tidak terjadi perang dunia ketiga. Pandangan ini didukung oleh para pendukung AI yang melihatnya sebagai peluang untuk menerapkan Pendapatan Dasar Universal (UBI) guna mendukung manusia yang kehilangan pekerjaan.
Namun, tidak semua pihak sepakat. Peneliti energi Dr. Chris Martenson mengibaratkan perlombaan AI seperti Menara Babel, simbol keangkuhan manusia yang berujung petaka. Ia menilai bahwa AI membuat manusia merasa setara dengan Tuhan, dan hal itu bisa menjadi bumerang. Perdebatan antara optimisme dan pesimisme terus berlanjut seiring pesatnya perkembangan teknologi AI.
Bagikan
Berita terkait
Ramalan Musk Soal Dolar dan AI jadi Sorotan Tajam, AS Bakal Bangkrut?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 16.05
AS Resmi Blokir Impor Robot Humanoid China! Rivalitas AI Raksasa Dunia Makin Panas
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 08.15
Ambisi AI Elon Musk Cemaskan Investor, Saham SpaceX Anjlok
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.50
Elon Musk Hancur-Hancuran, Harapannya Cuma Starlink
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.25