Elon Musk Bela Pusat Data AI dan Serang Regulasi Uni Eropa di Forum G20
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elon Musk berbicara secara virtual dalam pertemuan G20 yang membahas teknologi dan inovasi di Chapel Hill, Amerika Serikat, menyampaikan dua pesan utama. Pertama, ia membela pembangunan pusat data AI yang sedang menghadapi penolakan akibat kebutuhan listrik, dampak lingkungan, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung revolusi kecerdasan buatan. Menurut Musk, fasilitas ini diperlukan untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI, sekaligus menegaskan bahwa pengembang pusat data harus membayar pajak secara adil.
Kedua, Musk secara terbuka mengkritik pendekatan regulasi Uni Eropa yang ia anggap berlebihan dan menghambat inovasi teknologi. Di hadapan para menteri dari Prancis, Italia, dan Jerman serta Kepala Teknologi Uni Eropa Henna Virkkunen, ia menyatakan bahwa kebijakan Eropa menciptakan lingkungan di mana hal-hal baru dianggap ilegal secara default, yang menurutnya memperlambat kemajuan teknologi secara signifikan. Pandangan ini sejalan dengan pendekatan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong pengawasan AI yang lebih longgar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.10
Ada Elon Musk dan Jensen Huang di G20 Meeting, RI Angkat Isu AI
Detik.com · 1 September 2026 pukul 22.34
Elon Musk hingga Sam Altman Hadiri Pertemuan G20, Indonesia Bawa Isu AI
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 08.10
Di Hadapan Negara-Negara G20, RI Minta Dunia Fokus Lakukan 3 Hal Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.20
Wamenkeu Hadiri Forum G20, Soroti Ketidakpastian Global hingga AI
Berita terkait
Fintech Tinggalkan Era Bakar Uang, 43% Mulai Cetak Laba
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 10.13
Penolakan Pusat Data AI Guncang Sam Altman, Ekspansi OpenAI Hadapi Krisis Kepercayaan Publik
JawaPos · 2 September 2026 pukul 06.18
Bank-Bank Besar Sudah Siaga Penuh, Malapetaka di Depan Mata
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.20
Gubernur Bank Sentral Ini Warning Dunia, "Petaka Baru" Keuangan Global
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.00