Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Elon Musk Mengaku Tobat Setelah Kerajaan Bisnisnya Hancur Lebur

Elon Musk mengakui telah melangkah terlalu jauh dalam politik AS melalui Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah Presiden Donald Trump. Penyesalan ini muncul di tengah krisis yang melanda kerajaan bisnisnya. SpaceX mengalami kegagalan uji coba roket Starship dan terpaksa menjual daya komputasi kepada pesaingnya. Di sisi lain, penjualan Tesla merosot tajam karena reaksi negatif konsumen terhadap perilaku Musk, sementara biaya besar di sektor AI membuat harga sahamnya jatuh.

Tindakan kontroversial Musk saat memimpin DOGE, seperti pemecatan ribuan pekerja federal dan pendudukan gedung pemerintah, memicu sentimen negatif publik dan menjadikannya salah satu figur paling tidak populer di AS. Meski mengaku ingin mengurangi keterlibatannya di bidang politik, The Economist mencatat Musk tetap bersikap ofensif dan membela pemimpin ekstremis sayap kanan di Eropa.

Terlepas dari klaim Musk tentang potensi AI membawa era kelimpahan, publik semakin meragukan visinya. Rekam jejaknya di DOGE dan kegagalan bisnisnya menjadi pertimbangan utama keraguan tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait