Elon Musk Mengaku Tobat Setelah Kerajaan Bisnisnya Hancur Lebur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elon Musk mengakui telah melangkah terlalu jauh dalam politik AS melalui Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah Presiden Donald Trump. Penyesalan ini muncul di tengah krisis yang melanda kerajaan bisnisnya. SpaceX mengalami kegagalan uji coba roket Starship dan terpaksa menjual daya komputasi kepada pesaingnya. Di sisi lain, penjualan Tesla merosot tajam karena reaksi negatif konsumen terhadap perilaku Musk, sementara biaya besar di sektor AI membuat harga sahamnya jatuh.
Tindakan kontroversial Musk saat memimpin DOGE, seperti pemecatan ribuan pekerja federal dan pendudukan gedung pemerintah, memicu sentimen negatif publik dan menjadikannya salah satu figur paling tidak populer di AS. Meski mengaku ingin mengurangi keterlibatannya di bidang politik, The Economist mencatat Musk tetap bersikap ofensif dan membela pemimpin ekstremis sayap kanan di Eropa.
Terlepas dari klaim Musk tentang potensi AI membawa era kelimpahan, publik semakin meragukan visinya. Rekam jejaknya di DOGE dan kegagalan bisnisnya menjadi pertimbangan utama keraguan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 20.32
Elon Musk Sesali Pernah Dekat Trump, Mestinya Fokus Bisnis
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 07.15
Elon Musk Rela Pinjam Duit Buat Kontrakan Daripada Ambil Uang Investasinya
Berita terkait
Elon Musk Bangun Bisnis Baru, Rela Bakar Duit Rp 300 T
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.45
Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.00
Elon Musk Bahas Nvidia, Sekarang Puji Setinggi Langit
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.50
Ambisi AI Elon Musk Cemaskan Investor, Saham SpaceX Anjlok
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.50