Elon Musk Sesali Pernah Dekat Trump, Mestinya Fokus Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elon Musk, bos SpaceX dan Tesla, mengaku menyesal karena terlibat dengan Department of Government Efficiency (Doge) di era Presiden Donald Trump. Ia merasa seharusnya lebih fokus pada perusahaannya sendiri. Musk membantu Trump terpilih pada 2024 dengan dukungan finansial USD 200 juta dan menjabat sebagai kepala Doge selama 129 hari, mengawasi pemotongan anggaran yang merugikan sebesar USD 150 miliar. Dalam sebuah podcast pada Desember, Musk menyatakan hanya sebagian kontribusinya yang berhasil dan tidak akan melakukannya lagi jika diberi kesempatan.
Hubungan Musk dan Trump sering pasang surut. Pada Juni 2025, Trump mengumumkan hubungan mereka telah berakhir, menuduh Musk tidak menghormati jabatan presiden dan mengisyaratkan meninjau ulang status imigrasi serta subsidi untuk perusahaan Musk. Meskipun demikian, pada musim gugur 2025, ketegangan mereda ketika Musk hadir dalam jamuan makan malam di Gedung Putih, di mana Trump menunjukkan sikap ramah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 21.00
Elon Musk Mengaku Tobat Setelah Kerajaan Bisnisnya Hancur Lebur
Berita terkait
Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Rosan Buka-bukaan Alasan Jakarta & Bali Jadi Lokasi PFII
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Heboh Laporan Tentara Tewas di Kapal Induk Abraham Lincoln yang Dibantah AS
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.20