Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Emoji Loud Crying Face Populer di Gen Z, Apa Maknanya?

Emoji loud crying face (\ud83d\ude40\ufe0f) kini menjadi emoji paling populer di kalangan Gen Z, mengalahkan emoji laughing (\ud83e\udd23) dan tears of joy (\ud83d\ude02). Menurut data Google yang dikumpulkan secara anonim dari 665 juta emoji melalui Gboard pada 2025, emoji ini tidak hanya digunakan untuk menyampaikan kesedihan, tetapi juga humor, candaan, dan emosi yang meluap. Emojipedia.org menjelaskan bahwa ekspresi ini lebih intens dibandingkan emotikon menangis biasa karena air mata mengalir sangat deras. Remaja perempuan justru menjadi pengguna paling aktif emoji ini, sesuai dengan temuan The New York Times yang menyatakan bahwa mereka cenderung memiliki kosakata emosional yang lebih luas dan selalu berada di barisan depan perubahan bahasa. Profesor linguistik University of Toronto, Sali A. Tagliamonte, menegaskan bahwa remaja, khususnya perempuan, selalu menjadi pelopor inovasi bahasa, termasuk penggunaan emoji. Gen Z dan Gen Alpha tidak hanya menggunakan emoji dengan makna aslinya, tetapi juga menciptakan interpretasi baru atau menggantikan emoji lama dengan yang lebih relevan. Misalnya, emoji bunga mawar layu (\ud83e\udc40) kini lebih sering digunakan untuk menyampaikan rasa sedih atau patah hati, menggantikan emoji hati retak (\ud83d\udc94). Remaja juga lebih suka menggunakan emoji api (\ud83d\udd25) dibandingkan emoji 100% (\ud83c\udfaf) yang digunakan oleh generasi yang lebih tua. Emoji Moai (\ud83d\uddff) pun populer di kalangan mereka untuk memberikan respons datar atau sindiran halus. Google juga melaporkan pergeseran penggunaan emoji lain seperti thumbs-up (\ud83d\udc4d\ud83c\udffd) yang semakin jarang dipakai, sementara folded-hands (\ud83d\ud83f\ud83d\ud833) justru lebih sering digunakan. Tren penggunaan emoji berubah dengan cepat, dipengaruhi oleh preferensi dan budaya generasi. Generasi Milenial cenderung lebih konsisten dalam penggunaan emoji tertentu, sementara Gen Z dan Gen Alpha lebih eksperimental dan beragam. Setiap generasi menyesuaikan makna emoji dengan konteks dan gaya hidupnya sendiri, menciptakan evolusi bahasa visual yang dinamis dan terus berkembang.

Berita terkait