Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan dari Universitas Stanford berhasil menggunakan model AI bernama Evo1 dan Evo2 untuk merancang genom bakteriofag—virus yang menginfeksi bakteri—yang terbukti berfungsi di laboratorium. Model-model tersebut dilatih pada data genetik 2 juta bakteriofag, dengan sengaja mengecualikan genom virus yang menginfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia untuk mengurangi risiko penyalahgunaan. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan campuran virus buatan AI mampu membunuh bakteri E. coli yang resisten terhadap bakteriofag alami, membuka peluang baru untuk terapi fag dan pengembangan bioteknologi.
Terobosan ini disertai peringatan serius dari para ahli keamanan hayati. Prof. Tom Inglesby dan Dr. Moritz Hanke dari Johns Hopkins menegaskan bahwa kemampuan merancang genom virus via AI generatif sudah ada, namun tata kelola untuk mengarahkannya dengan aman belum tersedia. Dr. Filippa Lentzos dari King's College London menambahkan bahwa intervensi paling kritis berada pada tahap sintesis DNA, bukan hanya regulasi model AI. Para pakar mendesak pendekatan berlapis: pengamanan pengembangan dan akses model, tinjauan penelitian bertanggung jawab, penyaringan sintesis, serta standar keselamatan laboratorium yang ketat.
Bagikan
Berita terkait
AI Ciptakan Virus Penghancur Bakteri yang Resisten Terhadap Obat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.46
Meta Uji Fitur Scam Alert Berbasis AI di WhatsApp untuk Cegah Penipuan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.36
Rano Karno Bicara Soal Penggunaan AI dalam Serial Rimba Raya
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 02.02
5 Revolusi AI dalam Persenjataan Iran, dari Payambar-e Azam hingga Sahm
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 01.10