Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus

Ilmuwan dari Universitas Stanford berhasil menggunakan model AI bernama Evo1 dan Evo2 untuk merancang genom bakteriofag—virus yang menginfeksi bakteri—yang terbukti berfungsi di laboratorium. Model-model tersebut dilatih pada data genetik 2 juta bakteriofag, dengan sengaja mengecualikan genom virus yang menginfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia untuk mengurangi risiko penyalahgunaan. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan campuran virus buatan AI mampu membunuh bakteri E. coli yang resisten terhadap bakteriofag alami, membuka peluang baru untuk terapi fag dan pengembangan bioteknologi.

Terobosan ini disertai peringatan serius dari para ahli keamanan hayati. Prof. Tom Inglesby dan Dr. Moritz Hanke dari Johns Hopkins menegaskan bahwa kemampuan merancang genom virus via AI generatif sudah ada, namun tata kelola untuk mengarahkannya dengan aman belum tersedia. Dr. Filippa Lentzos dari King's College London menambahkan bahwa intervensi paling kritis berada pada tahap sintesis DNA, bukan hanya regulasi model AI. Para pakar mendesak pendekatan berlapis: pengamanan pengembangan dan akses model, tinjauan penelitian bertanggung jawab, penyaringan sintesis, serta standar keselamatan laboratorium yang ketat.

Berita terkait