Fenomena Baru Cat Mobil Bolong Kena Tetes Air Hujan Sampai Berkarat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru dari Institut Penelitian Polimer Max Planck di Jerman mengungkapkan bahwa tetesan air hujan dapat membawa muatan listrik hingga ribuan volt. Ketika tetesan air meluncur di permukaan seperti bodi mobil, dinding, atau jendela, air tersebut menyerap muatan listrik dari permukaan yang dilalui. Muatan ini kemudian meloncat ke permukaan lain saat tetesan jatuh, melubangi lapisan pelindung cat seperti petir kecil. Fenomena ini berbeda dari teori sebelumnya yang menganggap kerusakan disebabkan oleh larutan asam dan garam dalam air hujan.
Dalam eksperimen, peneliti meneteskan sekitar 3.000 tetesan air pada permukaan miring yang dilapisi bahan pelindung nanometer tipis. Setelahnya, lapisan pelindung yang seharusnya tahan air dan asam pun bolong hingga ke logam di bawahnya. Kerusakan dimulai dari lubang kecil yang kemudian melebar menjadi lubang sejauh satu milimeter setelah sekitar 50.000 tetesan. Semakin lama benda terkena hujan, semakin cepat kerusakannya membesar.
Temuan ini menunjukkan bahwa hampir seluruh lapisan pelindung saat ini untuk mobil, jembatan, kapal, dan gedung belum memadai karena tidak dirancang untuk menahan tegangan listrik. Peneliti menyarankan pengembangan bahan pelindung baru yang tahan terhadap air, asam, dan tegangan listrik. Lapisan yang lebih tebal ternyata mampu menahan loncatan listrik, namun tidak semua benda dapat dilapisi bahan tebal seperti kaca jendela atau peralatan elektronik.
Bagikan
Berita terkait
Uban Tanda Tubuh Lawan Kanker? Simak Penjelasan Ilmiah dan Faktanya
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 18.08
Gunung Raksasa Tersembunyi di Dalam Bumi, Lebih Tinggi dari Everest
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 07.55
Makhluk Purba Ini Bisa Hidup Hingga 400 Tahun, Masih Ada Sampai Sekarang
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 20.00
Analisis Baru Bantah Klaim Alam Semesta Melambat, Energi Gelap Tetap Dominan
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 12.00