Gara-gara Karhutla, Emisi Karbon Indonesia Naik 429 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menyebabkan emisi karbon naik 429 persen dibanding rata-rata musiman. Menurut Copernicus, emisi dalam tujuh hari terakhir mencapai 17,1 juta ton, menjadi tertinggi kedua setelah Rusia. Intensitas pembakaran di Indonesia mencapai 1.302 kg/km², jauh di atas 185 kg/km² di Rusia. Kondisi El Niño yang ekstrem memperparah kemanggaman dan mempercepat penyebaran api. Pemerintah menggunakan operasi modifikasi cuaca untuk mencegah penyebaran api, terutama di Kalimantan. Asap dari kebakaran ini juga menyebar ke Malaysia. Pada Juli, karhutla menghancurkan hampir 95 ribu hektar lahan, sementara jumlah titik api Agustus mencapai lebih dari 9.000, jauh di atas 5.077 titik pada Agustus 2015.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 07.32
Belgis Habiba Greenpeace Indonesia: El Nino Bukan Penyebab Kebakaran
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 22.18
Kebakaran Hutan Bisa Diantisipasi Jika Pemerintah Tidak Abaikan Data Ilmiah
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 14.47
Menhut Ungkap Titik Panas Sumatera-Kalimantan Terbaru
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.15
Karhutla Indonesia Meningkat, El Nino Bikin Kebakaran Makin Parah
Berita terkait
Komisi IV Desak Penanganan Karhutla Kalimantan Jadi Prioritas Nasional
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.41
Menhut Raja Juli Wanti-wanti Karhutla di Puncak El Nino September
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 03.00
Langkah Cepat Gubernur Papua Antisipasi Karhutla Agar Tak Meluas
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 20.14
Karhutla Meluas, Dedi Mulyadi Minta Jalur Pendakian di Cianjur dan Bogor Ditutup Sementara
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.00