Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Dahsyat Jepang, Kecanggihan Teknologi vs Kuatnya Alam

Jepang, negara yang terletak di pertemuan empat lempeng tektonik dan kawasan Ring of Fire, rutin diguncang gempa bumi. Gempa magnitudo 6,8 yang melanda Prefektur Kumamoto pekan ini menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai banyak lainnya, dengan operasi penyelamatan gabungan polisi, pemadam kebakaran, dan militer masih berlangsung. Kumamoto sendiri baru pulih dari gempa tahun 2016 yang menewaskan lebih dari 270 orang.

Jepang telah menginvestasikan miliaran dolar untuk teknologi pendeteksi gempa, sistem tanggap darurat, dan infrastruktur tahan gempa. Standardisasi bangunan tahan gempa diberlakukan sejak tahun 1980-an dan terbukti efektif mengurangi korban jiwa. Namun, teknologi tetap memiliki keterbatasan. Gempa Tohoku 2011 bermagnitudo 9,1 beserta tsunami menewaskan hampir 20.000 orang, sementara gempa magnitudo 7,1 di Noto tahun 2024 menewaskan lebih dari 700 orang. Sejarah panjang Jepang dicatat dengan bencana gempa dahsyat, termasuk Gempa Besar Kanto tahun 1923 yang menewaskan sekitar 140.000 orang. Profesor Shoichi Yoshioka dari Universitas Kobe menekankan bahwa sekitar 10% gempa dunia dengan magnitudo 6 ke atas terjadi di atau sekitar Jepang, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan vital bagi warganya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait