Generasi Baru Agen AI Butuh Konsumsi Energi Raksasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Generasi baru agen AI yang mampu bekerja secara otonom mulai menggantikan model chatbot konvensional. Sistem berbasis LLM ini dapat memecah satu instruksi menjadi puluhan hingga ratusan tugas mandiri, seperti merancang situs web lengkap dengan fitur, menu, dan basis data. OpenAI pernah menguji lebih dari 10.000 agen AI yang bertukar sekitar 2,7 juta pesan untuk memecahkan masalah matematika kompleks, menunjukkan skala komputasi yang sangat besar.
Kemampuan otonom agen AI ini menimbulkan kekhawatiran tentang konsumsi energi yang tidak terukur. Analis memperkirakan penggunaan AI untuk aktivitas sehari-hari setara dengan pengoperasian beberapa lemari es, namun dampungannya bisa jauh lebih besar jika dipakai oleh jutaan pengguna secara bersamaan. Ketidaktransparansian perusahaan teknologi soal penggunaan energi mereka mempersulit penghitungan akurat dampako.
Untuk menghadapi peningkatan beban ini, perusahaan seperti Meta sedang membangun pusat data besar seperti Hyperion di Louisiana yang membutuhkan pasokan listrik masif. Sumber energi nuklir termodifikasi kecil (SMR) diusulkan sebagai solusi jangka panjang, namun masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, banyak pengembang yang beralih ke sumber energi fosil yang sudah tersedia untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data yang terus meningkat.
Bagikan
Berita terkait
Ngotot Tolak Data Center, Guru Fisika Tepuk Tangan Diborgol Polisi
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 21.00
KCIC Siapkan Akses Langsung Stasiun Whoosh Padalarang, Cek Lokasinya
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 12.20
Memperbaiki Sekolah, Membuka Jalan, Menguatkan Warga Solok Selatan
Detik.com · 16 September 2026 pukul 09.07
Info Pemadaman Listrik di Bali Rabu (16/9): Gianyar, Sanur, Kuta & Mengwi
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 08.38