Google Kini Izinkan Pengguna Hapus Watermark Terlihat dari Konten AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Google mulai menyediakan opsi bagi pengguna untuk menghapus tanda air (watermark) yang terlihat pada konten hasil generasi kecerdasan buatan (AI), termasuk gambar, video, dan lagu. Keputusan ini diumumkan oleh Josh Woodward, VP Google untuk Gemini, melalui unggahan di X. Fitur tersebut akan tersedia pada model AI Google seperti Nano Banana, Omni, dan Lyria, serta dapat diakses melalui Gemini dan editor video Google, Flow.
Google menegaskan bahwa penghapusan watermark yang terlihat tidak menghilangkan penanda AI yang bekerja di balik layar. Tanda air digital SynthID yang tidak terlihat serta metadata berdasarkan standar C2PA tetap disematkan pada konten. Pengguna dapat mengatur opsi ini melalui menu Pengaturan > Tanda Air Media. Fitur ini mulai diluncurkan beberapa hari ke depan.
Selain itu, Google juga memperkenalkan pustaka open source bernama Credentio untuk pengembang yang ingin menyematkan mekanisme validasi secara lokal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya industri AI mencari keseimbangan antara kendali kreatif dan transparansi, di tengah perdebatan mengenai cara platform AI memberikan penanda pada konten buatan AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 16.37
Google Rilis Model AI Baru Gemini 3.7 Flash, 3 Minggu Setelah Umumkan 3.6 Flash
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.00
Fitur Baru Google Bisa Catat dan Transkrip Rapat Walau Tak Hadir
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.00
Google Rilis AI Gemini 3.7 Flash, Ini Kecanggihannya
Berita terkait
Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Pertumbuhan AI Google Melesat
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.45
Sistem Rekrutmen AI Google Bermasalah, CV Pelamar Bisa Terbuang
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.00
Anthropic Bakal Kasih Watermark Teks dan File Buatan Claude AI
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.30
Google Ditinggalkan, Terungkap Alasan Banyak Orang Kabur
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.50