Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Peneliti Singkap Asal Usulnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hajar Aswad, batu hitam di Kakbah Masjidil Haram, diyakini berasal dari surga sejak masa Nabi Ibrahim. Dalam tradisi Islam, batu ini awalnya berwarna putih dan bercahaya, namun berubah hitam akibat penyerapan dosa manusia. Penelitian ilmiah, seperti kajian E. Thomsen (1980), mengeksplorasi asal-usulnya. Thomsen menyebut temuan di 1932 oleh Philby di Wabar, Saudi Arabia, yaitu kawah meteorite berukuran lebih dari 100 meter dan pecahan meteor berlapis putih-hijau dengan silika, nikel, dan leburan pasir. Lapisan hitam terbentuk dari nikel akibat eksplosi Nikel-Ferum di luar angkasa. Struktur ini mirip Hajar Aswad, di mana lapisan putih rapuh tersembunyi di bawah lapisan hitam. Namun, batu meteor tidak dapat mengapung atau menahan erosi, yang menjadi kelemahan teori. Thomsen menyimpulkan bahwa Hajar Aswad mungkin berasal dari meteorite, meski masih ada perdebatan. Penelitian lain menunjukkan batu ini mungkin diturunkan dari Oman ke Makkah sesuai sejarah kuno.
Bagikan
Berita terkait
Meteorit Mars Ungkap Kandungan Permata Merah
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 22.02
Astronom Temukan GJ 523b, Eksoplanet 23 Kali Massa Bumi dengan Orbit Ekstrem
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 22.55
Foto: Ilmuwan Siap Ungkap Rahasia Paus Bungkuk saat Musim Kawin
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.06
Bukan Cuma Serat, Pepaya Ternyata Bisa Bantu Atasi Sembelit
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.20