Harimau Diadu Lawan Kerbau Lalu Ditombak Sampai Mati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada abad ke-19, harimau jawa dihadirkan dalam tradisi bernama Rampogan, di mana hewan ini diadu dengan kerbau sebagai sambutan kepada tamu Eropa. Namun, tradisi ini kemudian berubah menjadi hiburan publik yang tidak lagi bersifat seremonial. Akibatnya, banyak harimau jawa dibunuh secara masif, baunya diserang oleh penonton maupun dibunuh oleh pemerintah kolonial. Selain itu, konflik antara manusia dan harimau jawa semakin meningkat akibat pembukaan lahan, yang menyebabkan harimau sering menyerang manusia dan hewan ternak. Riset menunjukkan setidaknya 2.500 orang tewas setahun akibat serangan harimau. Populasi harimau jawa pun mengalami penurunan drastis dari ribuan ekor hingga tersisa hanya 200-300 ekor. Pada 1976, IUCN menyatakan harimau jawa punah, dengan individu terakhir dikabarkan berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Namun, sejak 2019, BRIN melakukan analisis terhadap sehelai rambut yang diduga berasal dari harimau jawa, dan hasilnya mengonfirmasi bahwa hewan ini masih mungkin ada di hutan pedalaman Sukabumi, Jawa Barat.
Bagikan
Berita terkait
Amran Belum Mau Hitung Stok Singkong untuk Pemadam Karhutla, Tunggu Uji BRIN
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 17.37
Tepung Singkong Bakal Dipakai Padamkan Karhutla? Ini Kata Mentan Amran
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 14.22
Mentan Buka Suara soal Tepung Singkong Dipakai Buat Padamkan Karhutla
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.39
Pemerintah Kini Pakai Teknologi Satelit Pantau Kebakaran Hutan di Indonesia
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 18.04