Hewan Mungil Pembunuh Massal Pepohonan, Ilmuwan Cemas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kumbang invasif penggerek lubang polifagus (polyphagous shot hole borer) mengancam ekosistem hutan di berbagai belahan dunia, termasuk Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Australia. Serangga asal Asia ini membunuh pohon dengan melubangi batang dan menginfeksi kayu menggunakan jamur yang menyumbat saluran air tanaman. Berbeda dengan hama lain, kumbang ini mampu menyerang lebih dari 600 spesies tanaman berkayu dan dapat berkembang biak hanya dengan satu ekor betina.
Dampaknya sangat luas, mulai dari hilangnya kanopi hutan kota di Stellenbosch hingga ancaman terhadap perkebunan almon dan pistachio di Amerika Serikat. Di Australia, pemerintah telah menghabiskan USD 40 juta untuk menebang 5.000 pohon di Perth, meski upaya tersebut belum berhasil membasmi hama ini. Para ilmuwan kini berupaya mencari solusi pencegahan, termasuk mengeksplorasi penggunaan tawon parasitoid sebagai musuh alami untuk mengendalikan penyebarannya.
Bagikan
Berita terkait
4 Korporasi jadi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 22.18
BASF Indonesia Gandeng PJI Pacu Inovasi Pelajar Lewat National Innovation Challenge
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.00
Gaya Hidup Sehat, Plenty Tissue Ikut Ramaikan Suparma Run 2026 di Surabaya
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 20.36
Pulihkan Ekosistem Pesisir, Unicharm Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Karawang
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 17.44