HP Murah bakal Makin Langka Karena Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8676545/original/020267200_1782720742-pexels-jeshoots-7395.jpg)
Pasar smartphone murah semakin tertekan akibat kenaikan harga komponen memori, khususnya DRAM dan NAND flash. Menurut riset Omdia, pengiriman smartphone di bawah USD 400 diproyeksikan turun lebih dari 22% pada 2026. Pada kuartal pertama 2026, komponen memori menyumbang hampir 60% dari total biaya material (BOM) untuk perangkat di bawah USD 400, bahkan mencapai lebih dari 64% untuk perangkat di bawah USD 99. Tekanan ini memaksa produsen seperti Transsion, Oppo, Vivo, Honor, dan Xiaomi untuk menaikkan harga guna mempertahankan margin keuntungan, meski berisiko menurunkan permintaan karena sensitivitas konsumen terhadap harga.
Di sisi lain, pasar smartphone secara global juga mengalami penurunan. Pengiriman global pada kuartal kedua 2026 mencapai 272 juta unit, turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Samsung tetap menjadi pemimpin pasar dengan pengiriman 60,5 juta unit (pertumbuhan 5%), diiku oleh Apple dengan 55,1 juta unit (pertumbuhan 23%). Xiaomi justru mengalami penurunan 26% dengan pengiriman 31,2 juta unit.
Segmen smartphone di atas USD 400 diproyeksikan tumbuh 5,7% pada 2026, karena produsen memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya. Akibatnya, pasar smartphone semakin terpolarisasi, dengan produsen lebih mengutamakan keuntungan dan perangkat bernilai tinggi dibandingkan volume penjualan. Konsumen di peringkat bawah kemungkinan akan menghadapi pilihan yang semakin terbatas dalam jenis dan harga smartphone murah.
Bagikan
Berita terkait
Huawei Pura X View Meluncur, HP Layar Lebar Pertama di Dunia
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 07.15
Samsung Galaxy S26 Versi Murah Segera Tiba, Catat Tanggalnya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 07.05
Xiaomi Rilis Redmi 17 di Indonesia: Baterai Badak 7.500 mAh, Harga Rp 2,8 Juta
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 18.21
Internet Sudah Jangkau 98% RI, Kok Masih Banyak yang Belum Online?
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.45