Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pasar HP Asia Tenggara Anjlok 15%, Samsung Makin Berkuasa

Pasar smartphone Asia Tenggara mengalami kontraksi sebesar 15% secara tahunan pada kuartal II 2026, menjadi penurunan terdalam sejak kuartal I 2023. Menurut Counterpoint Research, penyebab utama adalah kenaikan biaya komponen—terutama memori—yang diperparah oleh lemahnya belanja konsumen dan pergeseran pembelian musim perayaan ke kuartal pertama. Lingkungan bisnis semakin menantang, sehingga pertumbuhan vendor bergantung pada kekuatan distribusi, promosi, dan daya beli konsumen yang tahan terhadap tekanan ekonomi.

Samsung berhasil bertahan dan bahkan memperlebar kekuasaannya di tengah kontraksi pasar. Perusahaan ini memimpin dengan pangsa 24% pada Q2 2026, naik dari 19% setahun sebelumnya, sementara shipment-nya tumbuh 6% YoY. Kinerjanya didukung oleh ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang terbatas, promosi efektif, dan permintaan kuat untuk perangkat flagship.

Di sisi lain, vendor lain mengalami tekanan kuat. Xiaomi berada di posisi kedua dengan pangsa 18%, namun shipment-nya turun 18% YoY. Oppo mengalami penurunan paling tajam, dengan pangsa pasar menyusut dari 22% menjadi 17% dan shipment anjlok 34%. Transsion (15%) dan Apple (9%) juga melaporkan penurunan shipment, meski Apple unggul dengan hanya turun 2% YoY berkat ekspansi offline dan strategi lokal. Honor mencatat pertumbuhan tertinggi di luar lima besar dengan lonjakan 61% YoY. Di sisi segmen, smartphone murah di bawah USD 150 anjlok 38%, sementara kelas premium di atas USD 500 justru tumbuh kuat, menandakan pergeseran permintaan ke perangkat berharga lebih tinggi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait