Ilmuwan Kembangkan Alat Ini untuk Deteksi Pembakaran Lemak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501391/original/066351000_1770899239-training-wellness-healthy-weight-walking-motion.jpg)
Para peneliti yang dipimpin Andreas Güntner mengembangkan alat tes napas genggam untuk mendeteksi pembakaran lemak dengan mengukur kadar aseton dalam embusan napas. Alat ini diuji pada 12 partisipan dalam berbagai skenario diet dan olahraga, dan hasilnya sangat mirip dengan pemeriksaan laboratorium konvensional. Alat bernama Nutrion ini dilengkapi aplikasi yang memandu pengguna bernapas dengan benar serta menyaring kelembapan dan kontaminan, sehingga akurasinya setara tes darah. Inovasi ini bermanfaat untuk memantau efektivitas terapi GLP-1 atau mengatur metabolisme atlet.
Sementara itu, ilmuwan dari Pennsylvania State University mengembangkan tinta konduktif berbahan polimer yang bisa dicetak langsung ke kulit, termasuk kulit kepala berambut, untuk mengukur gelombang otak (EEG), detak jantung, dan aktivitas otot. Tinta ini mengatasi keterbatasan tato elektronik sebelumnya yang sulit menempel pada permukaan melengkung atau berbulu. Bahan hidrogel yang biasa digunakan cenderung cepat rusak, sedangkan tinta baru ini lebih stabil dan dapat meregang mengikuti gerakan tubuh.
Kedua inovasi ini membuka peluang pemantauan kesehatan yang lebih praktis dan akurat di luar laboratorium, baik melalui napas maupun sensor kulit.
Bagikan
Berita terkait
Go Healthy with Taiwan 2026 Umumkan 20 Inovator Terpilih dari Kompetisi yang Diikuti 62 Negara
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 15.49
Daftar 10 Besar Kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026
Detik.com · 29 September 2026 pukul 14.31
Terus Berinovasi, Klinik Bamed Raih Outstanding Specialty Clinic Award
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.23
FK Unair Hadirkan Terobosan Medis Fototerapi Portabel untuk Bayi dengan Penyakit Kuning
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 11.42