Ilmuwan Ramal 'Kiamat' 13 November 2026, Bagaimana Faktanya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Science pada 4 November 1960 oleh Heinz von Foerster, Patricia M. Mora, dan Lawrence W. Amiot memperkirakan bahwa populasi manusia akan mencapai titik maksimum pada 13 November 2026, yang kemudian akan berujung pada 'kiamat' akibat kepadatan penduduk yang berlebihan. Prediksi ini didasarkan pada analisis 24 proyeksi populasi dunia selama dua milenium terakhir, yang menunjukkan tren pertumbuhan yang tidak pernah menurun. Para peneliti memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut, waktu yang dibutuhkan untuk populasi berlipat ganda akan semakin pendek hingga mencapai nol, menciptakan kondisi yang tidak berkelanjutan bagi kehidupan manusia. Namun, prediksi ini tidak terealisasi karena pertumbuhan populasi dunia justru melambat seiring berjalannya waktu. Data US Census Bureau pada 2026 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan populasi global turun dari 2,2 persen pada 1963 menjadi sekitar 0,84 persen. Pada era 1960-an, populasi dunia berlipat ganda setiap 32 tahun, sementara dengan laju saat ini, waktu untuk berlipat ganda membutuhkan sekitar 83 tahun. Selain itu, model matematika yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kelemahan signifikan. Para peneliti sendiri mengakui bahwa perhitungan mundur model tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa manusia pertama ada sejak 200 miliar tahun lalu, jauh lebih lama dari usia Bumi yang diperkirakan 4,6 miliar tahun. Kesalahan ini menunjukkan bahwa model prediksi tersebut tidak akurat dan tidak dapat diandalkan untuk meramalkan masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Anthropic Tuding Alibaba Sedot Claude hingga 151 Juta Kali
Detik.com · 11 September 2026 pukul 08.45
OpenAI Perkuat Kerja Sama dengan Samsung, Kembangkan Chip Generasi Baru
kumparan · 11 September 2026 pukul 08.45
Soroti Peristiwa 2018, Pakar Ungkap Gambaran Masa Depan Anak Krakatau
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.30
HP Lipat China Laku Keras, Jualan Laris Manis Bak Kacang Goreng
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.15