Ilmuwan Ungkap Mengapa Kebakaran Hutan Makin Sulit Dikendalikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin sulit dikendalikan karena perubahan iklim. Penelitian di Nature Communications menunjukkan iklim global memperbesar peluang cuaca kebakaran ekstrem (fire weather) hingga 152% dibandingkan era praindustri. Tahun dengan kebakaran ekstrem menghasilkan kebakaran 4-5 kali lipat dan emisi karbon 405% lebih tinggi. Di Kalimantan, vegetasi kering dan lahan gambut mempercepat penyebaran. Meskipun deforestasi dan kebakaran di Asia Tenggara tidak selalu bertepatan dengan cuaca ekstrem, perubahan iklim memperparah tantangan pemadaman. Penelitian mencakup contoh kebakaran Australia 2019-2020, AS 2020, dan Kanada 2023.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 17.32
Kawasan Transmigrasi Terdampak Karhutla Kalimantan, Mentrans Janji Kirim Bantuan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 17.13
Kendalikan Api di Kalimantan, Langkah Darurat Kerahkan Armada Water Bombing Tuai Apresiasi
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 11.20
Susi Pudjiastuti Yakin Pembakar Hutan di Kalimantan Bukan Hanya 4 Korporasi
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 08.20
Seskab Teddy: Masyarakat Terdampak Bencana Tidak Berjalan Sendiri
Berita terkait
'Normal dari Mananya?' Warga Kaltim Respons Pernyataan BNPB soal Asap Karhutla
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 12.30
Hotspot di Riau Nol, Menhut Waspadai Lonjakan Kebakaran Hutan di Kalimantan
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 18.17
Hasil 'Pemeriksaan Kesehatan' Planet Sebut Warga Bumi Langgar Batas
Detik.com · 23 September 2026 pukul 19.00
Hot Spot Kebakaran Hutan Turun, Kemenhut Ingatkan Waspada
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 19.46