Indonesia Bidik Dana Bencana Global, Tak Cuma Minta Hibah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPLDH) mengajukan dua proposal ke program The Fund for responding to Loss and Damage (FRLD) yang dikelola Bank Dunia untuk mendanai penanganan bencana di wilayah daratan dan pesisir. Direktur Utama BPLDH Joko Tri Haryanto menjelaskan kedua proposal disusun dengan pendekatan berbeda, satu fokus pada pemulihan pasca-bencana dan satu lagi pada mitigasi sebelum bencana terjadi. Hal ini dilakukan karena mekanisme FRLD masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya jelas batasannya dengan pendanaan adaptasi.
BPLDH juga menawarkan skema blended finance yang menggabungkan dana FRLD dengan dana domestik Indonesia, sehingga tidak hanya menerima hibah tetapi juga memberikan kontribusi sendiri. Dana abadi kebencanaan yang dikelola BPLDH, yang tidak boleh digunakan langsung tetapi hasil investasinya, menjadi sumber pendanaan inovatif ini. Hasil investasi dana abadi tersebut digunakan untuk mengasuransikan aset pemerintah seperti Istana Presiden, rumah sakit umum daerah, dan sekolah Kementerian Agama.
Skema ini membedakan Indonesia dari negara lain yang hanya meminta hibah tanpa menyumbangkan dana. Joko menekankan pentingnya beralih dari ketergantungan pada hibah ke model investasi, terutama mengingat kondisi geopolitik yang tidak menentukan. Dengan demikian, dana tidak hanya habis untuk satu kejadian tetapi terus tumbuh untuk menghadapi risiko bencana di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
BPDLH cermati pendekatan terbaik mekanisme dana pemulihan bencana FRLD
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 16.50
BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan RI dengan Bank Dunia
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
64,2% Penduduk Indonesia Masih Miskin versi Bank Dunia, BPS Sebut Perbedaan Standar
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.18
BPS Buka Suara soal Beda Data Kemiskinan Indonesia versi Bank Dunia dan Nasional
JawaPos · 3 September 2026 pukul 08.00