Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Tak Dapat Gerhana Matahari Total, Bisa Nonton Meteor Perseid

Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026, namun langit menawarkan tontonan lain: hujan meteor Perseid pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus. Kondisi pengamatan tahun ini sangat ideal karena puncak aktivitas bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga cahaya Bulan tidak mengganggu dan langit menjadi lebih gelap. Menurut BRIN, pada kondisi optimal pengamat dapat melihat 1–2 meteor per menit (sekitar 50–100 per jam), meskipun angka nyata tergantung polusi cahaya, cuaca, dan luas pandangan langit.

Hujan meteor Perseid terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu komet 109P/Swift-Tuttle. Partikel memasuki atmosfer dengan kecepatan ~59 km/detik dan berpijar, menciptakan jejak terang yang terlihat dari Bumi. Radiant (titik asal semu) berada di rasi Perseus di arah timur laut, namun meteor dapat muncul di seluruh bagian langit. NASA memperkirakan laju puncak hingga 100 meteor per jam di bawah langit gelap.

Waktu terbaik mengamati adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar 13 Agustus. BRIN menyarankan menggunakan mata telanjang saja karena teleskop justru mempersempit bidang pandang. Kunci utama: cari lokasi dengan polusi cahaya minimal, pastikan arah timur laut tidak terhalang, dan biarkan mata memindai langit seluas mungkin.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait