Intel Kembali Melirik Bisnis Memori, CEO Lip-Bu Tan Ungkap Arsitektur Baru untuk Era AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Intel kembali mempertimbangkan kembali kehadirannya di bisnis memori, sektor yang ditinggalkan pada 1980-an. CEO Lip-Bu Tan mengungkapkan minat terhadap arsitektur memori baru, termasuk pendekatan menempatkan memori di atas prosesor untuk memperpendek jarak komputasi dan penyimpanan data. Perubahan ini didorong oleh lonjakan kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI), yang menjadikan memori sebagai komponen strategis, bukan sekadar komoditas.
Tan menyatakan pandangannya tentang bisnis memori telah berubah drastis. "Dulu saya berpikir jangan berinvestasi di memori karena ini bisnis komoditas, tetapi sekarang sudah berbeda," katanya. Untuk mendukung visi ini, Intel merekrut Seok-Hee Lee, mantan pemimpin SK hynix, sebagai wakil presiden eksekutif Intel Foundry. Lee bertanggung jawab atas pengemasan canggih, integrasi sistem, dan manufaktur bagian belakang chip.
Intel belum siap mengungkapkan detail spesifik arsitektur memori baru yang sedang dikembangkan. Tan menekankan bahwa masih ada banyak ruang inovasi, terutama dalam menggabungkan logika, memori, dan jaringan dalam sistem komputasi berkinerja tinggi. Integrasi fisik CPU dan memori juga menjadi salah satu jalur inovasi yang sedang dieksplorasi.
Bagikan
Berita terkait
Apple Kena Getah Krisis Memori, Harga iPhone Terancam Naik pada 2027
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 15.15
Permintaan AI Meroket, Harga GPU dan Monitor Diperkirakan Naik
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 18.52
Bisnis Nvidia Makin Menggurita, Sahamnya Ada di Mana-mana
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.46
Harga GPU Nvidia Makin Gila, RTX Pro 6000 Tembus Rp 285 Juta
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.05