Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Investasi Pusat Data AI Tembus Miliaran Dolar, Dampak ke Ekonomi Masih Minim

Investasi pembangunan pusat data AI di Amerika Serikat terus melonjak dengan lebih dari 2.700 fasilitas yang beroperasi. Biaya satu gedung bisa mencapai lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 18 triliun), dengan konsumsi listrik setara kota kecil. Peneliti Georgia Tech, Daniel Yue dan Yiyang Zeng, mengkaji dampak ekonomi pusat data terhadap lapangan kerja, gaji, bisnis lokal, dan harga listrik di tingkat kabupaten.

Dalam tiga tahun pertama operasional, pusat data meningkatkan lapangan kerja sekitar 0,9%, kenaikan gaji 1,1%, pertumbuhan unit usaha 1,0%, dan pendapatan rumah tangga naik 0,7%. Angka ini tumbuh lebih besar seiring waktu, namun peneliti menilai keuntungan tersebut tergolong kecil dibandingkan besarnya investasi yang digelontorkan. Temuan utama menunjukkan wilayah metropolitan paling diuntungkan karena memiliki infrastruktur pendukung yang lengkap, sementara wilayah pedesaan nyaris tidak merasakan manfaat ekonomi signifikan. Selain itu, satu fasilitas pusat data bisa mengonsumsi daya setara 80.000 rumah, dan harga listrik tercatat naik 5% setelah pembangunannya.

Peneliti mengingatkan masyarakat agar tidak terpaku pada paket insentif semata, melainkan memperhatikan detail struktur pajak, tarif listrik, serta siapa yang menanggung biaya peningkatan infrastruktur lokal. Dampak negatif seperti kenaikan harga listrik dan beban infrastruktur akan langsung dirasakan warga setempat, terutama di wilayah yang manfaat ekonominya minim.

Berita terkait