Jartatel Sapu Bersih Kabel Optik Semrawut Tanpa Bebani APBD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9364416/original/046984600_1790977612-Kabel.jpeg)
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) melaksanakan penataan kabel serat optik di Mustika Jaya, Kota Bekasi, tanpa membebani APBD. Penataan ini didanai dan didukung penuh oleh anggota asosiasi, sebagai bagian dari komitmen mendukung digitalisasi nasional. Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menekankan pentingnya penataan kabel untuk layanan internet cepat dan andal, sekaligus menjaga estetika kota dan kenyamanan warga. Jartatel juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerang dan industri telekomunikasi agar tata kota rapi dan layanan digital optimal.
Infrastruktur internet yang rapi menjadi tulang punggung ekonomi, terutama bagi UMKM yang menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang lebih dari 60% PDB. Koneksi internet stabil membantu UMKM meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja. Untuk menekan biaya, Jartatel menyodorkan skema konsorsium antar-pelaku usaha sebagai solusi win-win.
Penataan kabel menjadi penting seiring target pemerintah dalam RPJMN 2025–2029 untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband dari 21% pada 2025 menjadi 50% pada 2029, dengan cakupan jaringan serat optik mencapai 90% kecamatan. Jartatel berharap pemda membuka dialog intensif untuk mengatasi tantangan teknis, administrasi, dan komersial di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.45
Bukan Cuma Jualan Online, UMKM Cirebon Mulai Didorong Memaksimalkan AI Untuk Jalankan Bisnis
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 23.33
Cara Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute Perkuat Keterampilan Digital Pengusaha Perempuan
Berita terkait
UMKM Masih Terjepit Masalah Bisnis, SMESCO Soroti 5 Kendala Utama
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 18.50
4 Investasi Terbaik Saat Ini untuk UMKM &Tips Memilihnya
JawaPos · 29 September 2026 pukul 14.45
Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, Uang Tunai Makin Jarang Dipakai
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 19.21
Geliat UMKM Kuliner Banjarsari Lewat Digitalisasi Ekosistem Koperasi
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.37