Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering

BMKG memperingatkan bahwa Indonesia akan semakin kering menjelang puncak El Nino yang diprediksi terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Intensitas El Nino saat ini telah melebihi kategori kuat, dengan indeks Nino 3.4 di atas +2°C. Kondisi ini diperparah oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia. Akibatnya, musim kemarau menjadi lebih kering dari normal dan meningkatkan risiko kekeringan meteorologis serta kebakaran hutan dan lahan.

Hingga akhir Juli 2026, 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau. Sekitar 76,3 persen wilayah mengalami curah hujan bawah normal pada Dasarian III Juli. BMKG memperkirakan kondisi kering berlanjut pada awal Agustus, dengan curah hujan kategori rendah mendominasi 95,62 persen wilayah Indonesia pada Dasarian II Agustus 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyatakan kekuatan El Nino telah melebihi ambang batas kuat, yaitu indeks Nino 3.4 lebih dari 1,5°C, dan saat ini mencapai lebih dari 1,56°C. Fenomena ini berpotensi bertahan hingga awal 2027. Namun, dampak El Nino di Indonesia hanya terasa saat bersamaan dengan musim kemarau, yang diprediksi berakhir pada Oktober 2026. BMKG menegaskan dampak setiap kejadian El Nino tidak selalu sama dan bergantung pada kondisi suhu laut di sekitar Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait