Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Joko Widodo Pimpin Tim BRIN, Garap Proyek dengan Jepang-Ini Tugasnya

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience (NIED) Jepang mengadakan The 1st BRIN-NIED Annual Disaster Risk Reduction (DRR) Workshop di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Kamis (4/9). Lokakarya ini menandai dimulainya proyek penelitian bersama kedua lembaga yang fokus pada pengurangan risiko bencana, termasuk bencana multi-bahaya, ketahanan dan rekayasa seismik, sistem informasi bencana, bencana air dan sedimen, hingga pengamatan seismik. Ketua Gugus Tugas Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara mengingat Indonesia dan Jepang menghadapi ancaman bencana serupa seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Menurutnya, pengurangan risiko bencana membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kerja sama internasional agar mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dapat dilakukan secara efektif.

Presiden NIED Jepang, Prof. Dr. Kaoru Takara, menyampaikan bahwa lokakarya tahunan BRIN-NIED menjadi platform baru untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Jepang. Ia menjelaskan bahwa Jepang dan negara-negara ASEAN memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, hujan lebat, banjir, dan bencana terkait perubahan iklim. Takara menekankan pentingnya bertukar pengalaman baik dari Jepang ke ASEAN maupun sebaliknya, serta antarnegara ASEAN. Ia juga menyambut baik pembentukan pusat unggulan BRIN dalam jaringan Integrated Research on Disaster Risk (IRDR), yang diharapkan memperkuat jejaring penelitian pengurangan risiko bencana di tingkat internasional.

Hasil kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas ilmiah kedua negara, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kesiapsiagaan, dan pembangunan masyarakat yang lebih tangguh. Lokakarya pertama BRIN-NIED diharapkan menjadi fondasi bagi penelitian bersama yang menghasilkan solusi konkret dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Dengan demikian, kolaborasi Indonesia dan Jepang diharapkan berkontribusi pada peningkatan ketahanan bencana di kawasan Asia-Pasifik hingga tingkat global.

Berita terkait