Kabel Laut Jadi Tulang Punggung Era AI, RI Hadapi Tantangan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ledakan AI, cloud, dan ekonomi digital meningkatkan kebutuhan konektivitas di Indonesia. Pembangunan kabel laut terhambat oleh tumpang tindih penggunaan ruang bawah laut seperti perikanan, pelayaran, migas, dan konservasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan koridor kabel bawah laut nasional melalui Kepmen KP Nomor 14/2021, mencakup 217 segmen, 209 landing point, dan 4 lokasi landing station internasional. Pembangunan melibatkan banyak pihak: KKP, Komdigi, Perhubungan, Lingkungan Hidup, ESDM, Pertahanan, Pushidrosal, pemerintah daerah, dan operator. Karena birokrasi sektoral memperlambat, pemerintah ingin beralih ke pendekatan multisektoral-simultan. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 109 miliar pada 2025, mendukung kebutuhan infrastruktur kabel laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 20.48
Menko Airlangga: AI dan Digital Twin Kunci Ekonomi Indonesia 2025
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.00
AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.45
Telkom Gaspol Bangun Infrastruktur Digital, Begini Strateginya
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 13.07
AI Makin Pesat, Telkom Siapkan Data Center Lewat NeutraDC
Berita terkait
Gara-gara AI, Kabel Laut Dibangun 5 Tahun Habis dalam Setahun
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.30
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.19
RI Siapkan 4 Landing Station Kabel Laut, Bidik Jadi Hub Asia Pasifik
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 06.45
RAIA Grid Diluncurkan, Bangun 'Jalan Tol Digital' Kapasitas Tinggi
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.32