Karhutla Gambut Sulit Dipadamkan, Ini Penjelasan Pakar IPB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut sulit dipadamkan karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Prof Bambang Hero Saharjo IPB menjelaskan gambut mudah mengering dan menyimpan bara yang kembali menyala. Keterbatasan sumber air serta kurangnya sistem peringatan dini memperparah situasi. Penekanan pada pencegahan dengan menjaga tinggi muka air gambut di bawah 40 cm, memperkuat deteksi dini, dan penegakan hukum diperlukan. Pendekatan pencegahan lebih efektif daripada hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.08
Percepat Pemadaman Karhutla Kalteng, Gubernur Agustiar Minta Optimalkan Water Bombing
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 14.36
Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla Gunung Semeru di Tujuh Titik
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 11.15
Tepung Ubi Bukan Solusi Utama Tangani Karhutla Kalimantan, Pahami Karakteristik Gambut
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.00
Ketua MPR Prihatin Karhutla Meluas, tapi Puji Pemerintah: Kami Lihat...
Berita terkait
Pencegahan Karhutla Harus Berbasis Sains dan Verifikasi
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 12.08
Seskab Teddy: 11.567 Personel hingga 20 Ekskavator Tangani Kebakaran Hutan Sumsel
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.31
Ragam Arahan Prabowo Buat Percepat Penanganan Karhutla Riau-Sumatera
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 07.00
Prabowo Tiba di Sumatra untuk Tinjau Penanganan Karhutla
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.20