Kayu 300 Juta Tahun Ungkap Sejarah Panjang Geologi Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian baru mengungkap sejarah geologi selama ratusan juta tahun melalui analisis kayu fosil di Pegunungan Kyffhäuser, Cekungan Saale, Jerman Utara. Fosil kayu ini berasal dari pohon yang hidup pada Periode Karboniferus, sebelum era dinosaurus, dan terkubur di dasar sungai tropis benua super Pangaea. Para ilmuwan dari Universitas Münster menemukan bahwa kayu tersebut mengalami empat tahap mineralisasi bertahap selama jutaan tahun, dengan setiap tahap mencerminkan kondisi suhu dan tekanan yang berbeda di dalam tanah.
Transformasi kayu dimulai sekitar 304 hingga 299 julau sebelum kini, ketika asam silisik meresap ke dalam kayu dan membentuk opal yang mempertahankan struktur sel. Pada kisaran 299 hingga 290 juta tahun lalu, pemanasan hingga 50 hingga 70 derajat Celsius mengubah opal menjadi kristal kuarsa halus. Proses ini berlanjut hingga 257 hingga 260 juta tahun lalu, ketika kuarsa hematit yang lebih kasar menggantikan kristal sebelumnya akibat akumulasi lapisan batuan di atas fosil.
Tahap berikutnya terjadi antara 180 hingga 150 juta tahun lalu, ketika suhu mencapai 170 hingga 290 derajat Celsius membentuk kuarsa euhedral berbentuk balok. Tahap terakhir, sekitar 100 juta tahun lalu, menghasilkan kuarsa barit yang bersifat katodoluminesdens—memancarkan cahaya biru saat terpapar elektron. Analisis usia kristal memberikan gambaran rinci tentang evolusi cekungan geologis dan tekanan lingkungan tempat fosil tersebut terbentuk.
Bagikan
Berita terkait
Jejak Kaki Dinosaurus 150 Juta Tahun Ungkap Dugaan Berjalan Pincang
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 05.45
Gempa Simalungun M6,4 Terasa hingga Padang
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 19.42
Pemicu Kuatnya Gempa Bumi NTT hingga Berdampak ke Provinsi Lain
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.10
Sesar Flores Pernah Picu 5 Gempa Besar, Makan Korban Hingga Ribuan
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 17.30