Tubuh Gunung Anak Krakatau Berevolusi Sejak Muncul 106 Tahun Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anak Krakatau telah berkembang selama 106 tahun sejak muncul pada 1927. Setelah munaknya gunung dari dasar laut, tubuhnya tumbuh melalui siklus pertumbuhan, erupsi, dan keruntuhan. Pada Desember 2018, sektor barat daya runtuh ke laut dengan volume 0,116 km³, menurunkan ketinggian puncak dari 330 meter menjadi 120 meter dan memicu tsunami di Selat Sunda. Sejak 2019, Anak Krakatau memasuki fase pembangunan kembali dengan aktivitas Strombolian, lava fountain, dan aliran lava yang membangun kerucut baru di dalam kawah pascakolaps. Pertumbuhan tidak simetris karena perbedaan kestabilan sektor barat daya dan timur laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.35
Sempat Runtuh 2018, Gunung Anak Krakatau Kini Tumbuh Lagi
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.51
Pakar Jelaskan Asal-usul Daratan Baru Dekat Gunung Anak Krakatau
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 01.29
Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, lampaui sebelum longsor 2018
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 17.22
2 Pulau Baru Muncul di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Potensi Erupsi gunung Anak Krakatau masih Tinggi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.56
Erupsi Anak Krakatau Proses Alami, Akumulasi Magma Membangun Kerucutnya
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.50
Mbah Rono: Gunung Anak Krakatau Secara Alamiah Masih Bisa Erupsi Lagi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.40
Alert! Gunung Semeru dan Gunung Ibu Erupsi, Abu Capai Ratusan Meter
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.09