Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kembaran NASA Ditinggal, Ilmuwan India Ramai-Ramai Cari Gaji Tinggi

Pemerintah India memperketat aturan pengunduran diri bagi ilmuwan di badan antariksa nasional ISRO setelah lebih dari 100 orang meninggalkan organisasi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini diambil untuk melindungi proyek strategis nasional seperti program penerbangan antariksa berawak pertama India, Gaganyaan, yang terancam terganggu akibat kekurangan tenaga ahli. Ketua ISRO, V. Narayanan, menyatakan bahwa peraturan baru bertujuan agar proyek-proyek penting tidak mengalami gangguan mendadak.

Gelombang pengunduran diri ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan industri antariksa swasta di India. Perusahaan-perusahaan seperti Skyroot Aerospace, yang didirikan oleh mantan ilmuwan ISRO, semakin agresif merekrut talenta berpengalaman dengan menawarkan gaji tinggi, posisi kepemimpinan, dan pengembangan teknologi yang lebih cepat. Menurut Abhishek Raju, mantan pendiri SatSure, industri spacetech India kini memiliki ratusan perusahaan yang membutuhkan keahlian yang selama ini dibangun di ISRO.

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas aturan dalam mempertahankan talenta terbaik, sekaligus kekhawatiran apakah India dapat membangun industri antariksa swasta yang kuat tanpa mengurangi kapasitas institusi publik. Perkembangan ini menunjukkan dinamika baru dalam sektor antariksa India, di mana sektor swasta menawarkan peluang yang menarik bagi para profesional berpengalaman.

Berita terkait