Kembaran NASA Ditinggal, Ilmuwan India Ramai-Ramai Cari Gaji Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah India memperketat aturan pengunduran diri bagi ilmuwan di badan antariksa nasional ISRO setelah lebih dari 100 orang meninggalkan organisasi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini diambil untuk melindungi proyek strategis nasional seperti program penerbangan antariksa berawak pertama India, Gaganyaan, yang terancam terganggu akibat kekurangan tenaga ahli. Ketua ISRO, V. Narayanan, menyatakan bahwa peraturan baru bertujuan agar proyek-proyek penting tidak mengalami gangguan mendadak.
Gelombang pengunduran diri ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan industri antariksa swasta di India. Perusahaan-perusahaan seperti Skyroot Aerospace, yang didirikan oleh mantan ilmuwan ISRO, semakin agresif merekrut talenta berpengalaman dengan menawarkan gaji tinggi, posisi kepemimpinan, dan pengembangan teknologi yang lebih cepat. Menurut Abhishek Raju, mantan pendiri SatSure, industri spacetech India kini memiliki ratusan perusahaan yang membutuhkan keahlian yang selama ini dibangun di ISRO.
Kebijakan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas aturan dalam mempertahankan talenta terbaik, sekaligus kekhawatiran apakah India dapat membangun industri antariksa swasta yang kuat tanpa mengurangi kapasitas institusi publik. Perkembangan ini menunjukkan dinamika baru dalam sektor antariksa India, di mana sektor swasta menawarkan peluang yang menarik bagi para profesional berpengalaman.
Bagikan
Berita terkait
NASA Resmi Ajak ISRO Bergabung dalam Proyek Pembangunan Pangkalan Bulan
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.45
Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.59
Purbaya Bakal Terapkan Layer Baru Cukai Rokok Tahun Ini, Akan Bahas dengan DPR
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 03.00
Fraksi PAN: Pidato Presiden Prabowo Arah Tegas Kemajuan Bangsa
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.41