Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenapa Sumatra Masih Sering Hujan? Ini Penjelasan BMKG

BMKG menjelaskan penyebab sejumlah wilayah di Sumatra masih mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada 14-16 Agustus 2026, meski Indonesia secara umum memasuki musim kemarau dan dipengaruhi El Nino. Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatera Utara 93 mm/hari dan Sumatera Barat 87 mm/hari. Faktor utama adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian barat dan utara, yang bertepatan dengan perlambatan dan belokan angin di utara Sumatra, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Interaksi dinamika atmosfer ini mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan lokal.

Faktor tambahan meliputi Gelombang Kelvin yang aktif di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan, serta Gelombang Rossby Ekuatorial di Kalimantan utara dan timur. BMKG memprediksi periode Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026, curah hujan nasional berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/dasarian). MJO merupakan aktivitas intra-seasonal tropis berupa pergerakan konveksi ke arah timur dari Samudera Hindia ke Pasifik dengan siklus 30-40 hari.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait