Ketergantungan Software Asing Bikin Perusahaan Terjebak Biaya Berulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan Indonesia menghadapi masalah ketergantungan pada perangkat lunak enterprise asing yang menyebabkan biaya operasional berulang akibat pembayaran lisensi tahunan secara terus-menerus. Kondisi ini menciptakan vendor lock-in, di mana perusahaan sulit beralih ke sistem lain karena terikat dengan penyedia sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian khusus dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan, yang berpotensi menambah risiko pengelolaan data karena data dikirim ke luar.
Menurut Wahyu Amaldi, Founder dan Direktur PT Ilmuprogram Teknologi Informasi, pola pembayaran berulang ini tidak hanya membebani biaya, tetapi juga mempengaruhi fleksibilitas sistem dan keamanan data. Perusahaan harus memastikan bahwa sistem yang digunakan sesuai dengan UU Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022) dan standar industri terkait. Vendor lock-in dapat mempersulit migrasi atau integrasi platform baru, sehingga prosesnya menjadi mahal dan kompleks.
Sebagai solusi, PT Ilmuprogram menawarkan model software dengan kepemilikan penuh, di mana platform dan source code diserahkan kepada klien untuk ditempatkan di infrastruktur sendiri. Pendekatan ini bertujuan memberikan kontrol lebih besar kepada perusahaan atas sistem dan data mereka.
Bagikan
Berita terkait
Korsel "Haramkan" Bisnis Daging Anjing di 2027, Nggak Boleh Dimakan
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.30
Jutaan Angkatan Kerja Baru Masuk, Industri Masih Kesulitan Cari Tenaga Terampil
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 15.07
Pramono Siapkan Pengaturan Transportasi Udara Jakarta, Terinspirasi New York
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 14.03
Pramono Mulai Siapkan Transportasi Udara di Jakarta, Ini Alasannya
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.42