Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan kendaraan otonom asal China, WeRide, mengumumkan rencana ekspansi agresif ke sejumlah negara, termasuk Asia Tenggara, Australia, Korea Selatan, Jepang, dan beberapa negara Eropa. CEO WeRide Tony Han mengatakan perusahaan sedang menjajaki pasar baru dan berdiskusi dengan regulator di berbagai negara. Hingga saat ini, armada kendaraan otonom WeRide telah beroperasi di lebih dari 60 kota di 13 negara. Layanan robotaxi ber kemudi kanan juga siap beroperasi secara komersial di Singapura dan Hong Kong.
Meski demikian, belum dipastikan apakah ekspansi robotaxi ini akan mencakup Indonesia. WeRide saat ini mengoperasikan lebih dari 1.800 unit robotaxi dari total 3.400 kendaraan otonom Level 4, termasuk bus dan kendaraan pembersih jalan otonom. Perusahaan menargetkan 5.000 unit kendaraan otonom pada akhir tahun ini, dengan rencana memperluas armada hingga 1 juta unit pada 2035.
Dari sisi keuangan, pendapatan WeRide dari pasar luar negeri melonjak 164% secara tahunan pada kuartal II, jauh melampaui pertumbuhan total pendapatan sebesar 82%. Kerugian EBITDA menyusut 8,1%, dan perusahaan membidik arus kas positif kuartalan pada 2028 serta titik impas tahunan pada 2029.
Bagikan
Berita terkait
Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Ancam Driver Online
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.20
Kiamat Driver Online Makin Dekat, Tandanya Muncul di AS
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 07.15
Petaka Buat Driver Online Meluas, Raja Taksi Tiba-Tiba Pecah Kongsi
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 11.45
China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.50