Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Ancam Driver Online

Uber berencana menginvestasikan lebih dari US$10 miliar (Rp 180 triliun) untuk memperluas layanan taksi robot (robotaxi) tanpa sopir, mengancam profesi driver online. CEO Dara Khosrowshahi menargetkan peluncuran di 15 kota tahun ini dan membangun platform komersialisasi mobilitas otonom terbesar dunia, didukung posisi keuangan yang kuat. Uber baru saja memperoleh izin peluncuran robotaxi komersial di London bersama mitra Wayve, dengan pengawas di belakang kemudi, dan berharap mulai beroperasi dalam beberapa minggu.

Secara keuangan, Uber mencatat arus kas bebas US$2,8 miliar (Rp 50,1 triliun) di kuartal kedua, total setahun US$10,1 miliar. Pemesanan kotor naik 24% year-on-year ke US$58 miliar (Rp 1.039 triliun), pendapatan US$14,2 miliar (Rp 254,3 triliun) naik 12%, dan pendapatan operasional US$1,9 miliar (Rp 34 triliun).

Uber pernah beroperasi di Indonesia dengan layanan ojol dan taksi online, namun menarik diri dari Asia Tenggara sejak 2018 dan menyerahkan operasional ke Grab. Perusahaan kini memfokuskan bisnis di pasar inti: AS, Eropa, dan Timur Tengah.

Berita terkait