Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Ancam Driver Online
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uber berencana menginvestasikan lebih dari US$10 miliar (Rp 180 triliun) untuk memperluas layanan taksi robot (robotaxi) tanpa sopir, mengancam profesi driver online. CEO Dara Khosrowshahi menargetkan peluncuran di 15 kota tahun ini dan membangun platform komersialisasi mobilitas otonom terbesar dunia, didukung posisi keuangan yang kuat. Uber baru saja memperoleh izin peluncuran robotaxi komersial di London bersama mitra Wayve, dengan pengawas di belakang kemudi, dan berharap mulai beroperasi dalam beberapa minggu.
Secara keuangan, Uber mencatat arus kas bebas US$2,8 miliar (Rp 50,1 triliun) di kuartal kedua, total setahun US$10,1 miliar. Pemesanan kotor naik 24% year-on-year ke US$58 miliar (Rp 1.039 triliun), pendapatan US$14,2 miliar (Rp 254,3 triliun) naik 12%, dan pendapatan operasional US$1,9 miliar (Rp 34 triliun).
Uber pernah beroperasi di Indonesia dengan layanan ojol dan taksi online, namun menarik diri dari Asia Tenggara sejak 2018 dan menyerahkan operasional ke Grab. Perusahaan kini memfokuskan bisnis di pasar inti: AS, Eropa, dan Timur Tengah.
Bagikan
Berita terkait
Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.30
Petaka Buat Driver Online Meluas, Raja Taksi Tiba-Tiba Pecah Kongsi
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 11.45
China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.50
Kiamat Driver Online Makin Dekat, Tandanya Muncul di AS
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 07.15