Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kok Bisa Antarktika Jadi 'Gudang' Meteorit Terbesar di Bumi?

Antarktika merupakan benua paling dingin di Bumi, namun menyimpan harta karun sains berupa puluhan ribu meteorit dari luar angkasa. Sejak penemuan pertama tahun 1912, lebih dari 45.000 meteorit telah ditemukan dari lapisan es Antarktika. NASA memperkirakan masih ada sekitar 300.000 meteorit yang menunggu ditemukan di permukaan atau dekat permukaan es benua tersebut.

Banyaknya meteorit di Antarktika bukan karena benua itu lebih sering dihujani batuan luar angkasa. Proses alamiah justru menjadi kunci: meteorit yang jatuh tertutup salju, lalu terbawa aliran gletser selama ribuan hingga ratusan ribu tahun hingga terkonsentrasi di zona tertentu. Angin katabatik dan sublimasi kemudian menyingkirkan es permukaan sehingga meteorit muncul ke permukaan. Batuan gelap berkontras kuat dengan es biru (blue ice), membuatnya mudah diidentifikasi oleh peneliti. Kondisi Antarktika yang sangat dingin dan kering juga mengawetkan meteorit dengan baik, bahkan yang berusia lebih dari satu juta tahun.

Meteorit Antarktika menjadi sampel penting untuk mempelajari pembentukan Tata Surya, material asteroid, serta sejarah Bulan dan Mars. Sekitar 99,8% meteorit di Bumi berasal dari asteroid, sementara yang berasal dari Bulan dan Mars jauh lebih sedikit namun bernilai sangat tinggi bagi riset planet. Kombinasi kondisi spesifik Antarktika—dingin, kering, pergerakan es tepat, dan blue ice—menjadikannya lokasi paling produktif untuk pencarian meteorit di dunia.

Berita terkait