Komdigi: Pemerataan Internet Kini Mengandalkan Kombinasi Berbagai Teknologi, Bukan Hanya BTS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengubah strategi pemerataan akses internet di Indonesia. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menegaskan perluasan jaringan kini tidak hanya bergantung pada pembangunan Base Transceiver Station (BTS), melainkan mengombinasikan berbagai teknologi seperti fiber optik, satelit, dan VSAT sesuai karakteristik geografis tiap daerah.
Sebagai contoh, Provinsi Kalimantan Timur mencatat tingkat konektivitas sebesar 95,5 persen dengan 803 dari 841 desa telah terjangkau internet. Meski demikian, masih terdapat 269 titik blankspot di wilayah tersebut yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah menerapkan pendekatan kombinasi teknologi ini agar distribusi layanan internet desa menjadi lebih efektif.
Untuk mengatasi kendala keterbatasan anggaran, Komdigi mendorong kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, serta operator telekomunikasi. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan akses digital secara merata, terutama di wilayah yang terisolasi atau memiliki kualitas sinyal minim.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.00
Bukan Cuma BTS, Ini Strategi Baru Komdigi Babat Habis Blankspot di Pelosok
Berita terkait
BAKTI bersiasat untuk sediakan akses telekomunikasi di seluruh wilayah
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 18.03
267 Titik di Kaltim 'Gelap' Tak Ada Internet, Komdigi Buka Suara
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.05
Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.30
Komdigi Sebut 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Kembali Beroperasi
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 11.56