Krakatau Meletus, Bumi Mendadak Berubah Total-36.000 Tewas Seketika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan Gunung Krakatau pada Agustus 1883 menewaskan lebih dari 36.000 orang dan menjadi salah satu letusan gunung berapi paling mematikan dalam sejarah modern, hanya di bawah letusan Gunung Tambora pada 1815 yang menyebabkan 60.000 kematian. Letusan ini memiliki daya ledak setara dengan bom 200 megaton dan melepaskan sulfur dioksida serta partikel abu ke atmosfer. Partikel vulkanik berukuran kurang dari satu mikron tersebar di seluruh dunia, menyaring sinar matahari dan menyebabkan suhu rata-rata permukaan Bumi turun 0,6 derajat Celsius selama berbulan-bulan. Fenomena ini juga membuat Bulan tampak berwarna biru pada malam hari karena partikel menyerap cahaya merah sambil membiarkan warna lain melewati. Dampak iklim dan warna langit ini bertahan bertahun-tahun, hingga akhirnya mereda seiring letusan gunung berapi lain dan kebakaran hutan yang menimbulkan partikel serupa.
Bagikan
Berita terkait
Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 12.59
Abu Krakatau Sudah Sampai Jakarta, Pramono Minta Warga Terapkan 5M
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.41
Lampung Financial Festival 2026 Hari Ke 2 Hadirkan Hiburan dan Edukasi
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.35
Waspada Letusan Krakatau Lebih Besar, Ini Penjelasan Pakar Geologi
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.00