Waspada Letusan Krakatau Lebih Besar, Ini Penjelasan Pakar Geologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM memperingatkan potensi erupsi Gunung Anak Krakatau yang lebih besar akibat aktivitas berulang dan berkelanjutan yang menandakan masih ada suplai magma dan gas. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa erupsi yang sering tidak otomatis berarti erupsi besar akan terjadi, namun tetap perlu pengawasan ketat. Bahaya utama yang perlu diwaspadai adalah lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu vulkanik, dan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi, serta aliran material di sekitar kawah. Aktivitas gunung api ini dipengaruhi oleh gempa frekuensi rendah, hibrid, harmonik, dan tremor yang masih terekam, menunjukkan pergerakan fluida vulkanik dalam sistem gunung api.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.45
Badan Geologi: Suara Dentuman di Jabar dari Erupsi Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.40
Masih Erupsi, Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.09
Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.40
Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 10.00 WIB Imbas Abu Vulkanik Gunung Krakatau
Berita terkait
Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.25
Ili Lewotolok Erupsi 4 Kali dalam 48 Jam, Kolom Abu Capai 600 Meter
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 09.23
Badan Geologi Kementerian ESDM Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami
JawaPos · 6 September 2026 pukul 09.15
Gunung Semeru Meletus Minggu Pagi Usai Erupsi Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 09.08