Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Ledakan Populasi Ikan Nila Bikin Nelayan Thailand Kehilangan Udang

Blackchin tilapia (Sarotherodon melanotheron), ikan asli Afrika Barat, telah menjadi invasif di Thailand sejak 2011. Populasi ikan ini telah tersebar ke 19 provinsi, termasuk kanal Bangkok dan perairan pesisir Pattaya. Ikan yang masih berkerabat dengan nila ini memangsa udang, kepiting, dan ikan asli, sekaligus mengganggu ekosistem perairan. Di Provinsi Samut Songkharam, nelayan Wallop Khunjaen kehilangan hampir satu juta benih udang dalam dua bulan akibat dikonsumsi blackchin tilapia. Spesies ini juga memakan zooplankton, mengganggu rantai makanan, dan aktivitas reproduksinya meningkatkan sedimentasi dasar perairan.

Pemerintah Thailand telah mencoba beberapa cara untuk mengendalikan populasi blackchin tilapia, termasuk melepas ikan kakap putih Asia sebagai predator, mengembangkan varietas steril, dan memberi insentif kepada masyarakat untuk menangkapnya. Namun, para ahli menilai pembasmian total populasi hampir mustahil. Sebagai gantinya, pendekatan ekonomi sedang dikembangkan, seperti menggunakan ikan ini sebagai bahan pakan ternak, produk makanan fermentasi, atau bahkan sebagai hidangan manusia. Restoran di Samut Prakan berhasil mengolahnya menjadi makanan yang diterima konsumen.

Teknologi juga dimanfaatkan untuk mendeteksi ikan invasif lebih awal. Metode environmental DNA (eDNA) memungkinkan peneliti mendeteksi keberadaan spesies melalui sampel air. Menurut Dean Jerry dari James Cook University, ikan merupakan pelepas DNA yang besar, sehingga air dapat dianalisis sebagai 'sup DNA' untuk memantau keberadaan spesies tertentu. Pendeteksian dini dianggap penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Berita terkait