Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Letusan Krakatau 1883 Bikin Langit Eropa dan Amerika Berubah Warna

Letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 menjadi vulkanik paling dahsyat, menghancurkan sebagian pulau dan memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 36.000 orang di pesisir Jawa dan Sumatra. Ledakan keras terdengar hingga ribuan kilometer dan gelombang tekanan atmosfer mengelilingi Bumi beberapa kali. Partikel dan gas vulkanik menyebar ke atmosfer, menyebabkan perubahan warna langit di Eropa dan Amerika pada bulan-bulan berikutnya. Matahari terbenam tampak merah, ungu, bahkan hijau, sementara Bulan terlihat biru kebiruan. Fenomena ini dipengaruhi aerosol sulfat vulkanik yang memantulkan radiasi Matahari, menurunkan suhu global sekitar 0,5-0,6 derajat Celsius. Peristiwa ini juga dikaitkan dengan lukisan The Scream karya Edvard Munch, meskipun teori itu masih diperdebatkan.

Berita terkait