LG Setop Produksi Panel Surya, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2874549/original/035726300_1565089517-20190806-Pemanfaatan-Tenaga-Surya-Sebagai-Sumber-Energi-Listrik-Alternatif8.jpg)
LG Electronics menghentikan produksi panel surya pada 2022 setelah mencoba memperluas bisnisnya ke sektor energi terbarukan. Keputusan ini didorong oleh ketidakpastian industri, kenaikan biaya material seperti perak, dan persaingan harga yang ketat, sehingga bisnis panel surya kesulitan memberikan keuntungan. Produksi dikurangi secara bertahap sepanjang kuartal kedua 2022, meski LG tetap memberikan dukungan kepada pelanggan yang sudah menggunakan produknya.
LG tidak sendirian dalam meninggalkan bisnis panel surya. Panasonic juga mengambil langkah serupa pada 2022, sementara Sharp menghentikan operasinya di Eropa pada 2025. Hal ini terjadi meskipun permintaan energi surya terus meningkat, namun biaya produksi yang tinggi membuat sektor ini belum menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi sebagian besar produsen.
Menariknya, LG juga menghentikan bisnis perangkat pengisian kendaraan listrik pada 2025 setelah beroperasi selama tiga tahun. Permintaan peralatan pengisian kendaraan listrik ternyata tidak tumbuh sesuai proyeksi, ditambah persaingan harga yang semakin sengit.
Bagikan
Berita terkait
Bahan Baku Berlimpah, Komponen Panel Surya RI Ternyata Masih Impor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.15
Sebut Motor Listrik Hemat 50%, Prabowo: Yang Pakai Motor Bensin, Ya Rasain Sendiri
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.43
Mau Genjot Kendaraan Listrik, Prabowo Ungkap RI Impor BBM Rp 500 T per Tahun
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.58
Prabowo Resmi Luncurkan Motor Listrik Nasional
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.24