Limbah Elektronik Indonesia Tembus 1,9 Juta Ton, Pengelolaannya Masih Jadi Tantangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Limbah elektronik di Indonesia mencapai 1,9 juta ton per tahun, menurut laporan yang dilaporkan oleh JawaPos. Volume ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penggunaan perangkat elektronik konsumen. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengelolaan limbah elektronik, implementasinya masih terhambat. Infrastruktur pengolahan khusus untuk e-waste belum merata di seluruh wilayah, sehingga sebagian besar limbah tersebut tidak diproses secara tepat. Akibatnya, banyak perangkat elektronik berserahan bahan kimia berbahaya seperti timah dan logam berat lainnya mencemari lingkungan. Pemerintah dan berbagai pihak terkait masih berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat regulasi untuk mengurangi dampak negatif dari limbah elektronik ini. Namun, tantangan besar tersisa pada koordinasi antar-pemerintah daerah dan sektor swasta agar pengelolaan limbah elektronik dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 20.22
FOTO: Evolution Forum Bahas Masa Depan Transportasi Hijau
Berita terkait
Climate Summit PBB, Menteri LH Beberkan Langkah Pengendalian Iklim
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 07.33
Wamen Stella Bicara AI yang Rakus Listrik dan Air
Detik.com · 20 September 2026 pukul 12.14
Malaysia Mau Bantu RI Padamkan Karhutla
Detik.com · 18 September 2026 pukul 17.20
Data Center AI Diprediksi Hasilkan Jutaan Ton Limbah Elektronik
Detik.com · 17 September 2026 pukul 17.15