Data Center AI Diprediksi Hasilkan Jutaan Ton Limbah Elektronik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan Basel Action Network (BAN) memproyeksikan pembangunan pusat data AI global akan menghasilkan hingga 13 juta ton limbah elektronik per tahun pada 2030. Limbah ini termasuk server berat hingga 1.360 kg, switch, kabel tembaga, serta peralatan pendingin dan distribusi daya yang tidak dirancang untuk diperbaiki. Setiap 2-5 tahun, peralatan harus diganti baru, menambah beban limbah beracun seperti timbal, merkuri, dan kadmium. Selain itu, penggunaan AI yang meningkat akan memaksa penggantian cepat smartphone dan laptop. Saat ini, Amerika Serikat memiliki 4.871 pusat data dalam pembangunan, sebagian besar mendukung kebutuhan komputasi AI yang menuntut energi besar.
BAN menghitung estimasi berdasarkan proyeksi 100 gigawatt kapasitas komputasi baru pada 2030. Limbah elektronik adalah aliran limbah dengan pertumbuhan paling cepat di planet, namun hanya satu kelima yang dikelola dengan benar. Tanpa rencana pengelolaan yang tepat, pembangunan AI berpotensi menjadi krisis limbah beracun yang lebih parah dibandingkan limbah konvensional.
Jim Puckett co-founder BAN menekankan bahwa meskipun AI terlihat ringan, setiap model membutuhkan perangkat keras canggih dalam jumlah besar. Ia memperingatkan bahwa tanpa perencanaan dini oleh perusahaan dan pemerintah, gelombang limbah baru ini dapat menimbulkan krisis lingkungan yang serius.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 15.00
PSEL Bogor Raya Baru Awal, Pemerintah Kejar Penanganan 4.000 Ton Sampah per Hari
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.10
Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar
Berita terkait
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Berpotensi Dorong Ekonomi dan Kualitas Lingkungan
JawaPos · 12 September 2026 pukul 22.46
Heboh Tren Foto 80-an Pakai ChatGPT, Ternyata Bikin Bumi Makin Panas
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.15
Viral Tren Foto 80an Pakai ChatGPT, Diam-diam Bikin Bumi Makin Panas
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.30
Pemprov Jateng Soal Penolakan PLTP Gunung Ungaran: Tunjukan Panas Bumi yang Merusak
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.26