Matahari Merah di Palangka Raya, Kenapa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Matahari terlihat merah pekat di langit Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bukan akibat perubahan pada Matahari itu sendiri, melainkan karena pengaruh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menyatakan bahwa partikel asap di udara memengaruhi cahaya Matahari sebelum mencapai permukaan Bumi. NASA menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel kecil yang menghalangi dan menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti warna biru. Akibatnya, cahaya yang tiba di mata manusia menjadi lebih redup dan lebih merah dari biasanya. Fenomena ini juga dipengaruhi oleh posisi Matahari yang rendah di langit, di mana cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, sehingga lebih banyak cahaya biru terhambur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 20.40
BMKG Deteksi 776 Titik Panas di Kalsel, Jarak Pandang Turun Drastis
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
21 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Delay Akibat Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.59
BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas, Terbanyak di Kalimantan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Karhutla di Pekanbaru Bikin Kualitas Udara Memburuk, Siswa TK-SMP Belajar Daring
Berita terkait
Kabut Asap di Palembang Semakin Pekat, Masuk Kategori Berbahaya
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 07.55
BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Terbanyak 2.994 Titik
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.40
Kabut Asap Selimuti Riau, BMKG Ungkap Adanya Potensi Kiriman dari Selatan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 18.06
Hujan Guyur Sebagian Kota Jambi, Kabut Asap dan ISPA Masih Mengancam
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.08