Matahari Merah di Palangka Raya, Kenapa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Matahari terlihat merah pekat di langit Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bukan akibat perubahan pada Matahari itu sendiri, melainkan karena pengaruh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menyatakan bahwa partikel asap di udara memengaruhi cahaya Matahari sebelum mencapai permukaan Bumi. NASA menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel kecil yang menghalangi dan menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti warna biru. Akibatnya, cahaya yang tiba di mata manusia menjadi lebih redup dan lebih merah dari biasanya. Fenomena ini juga dipengaruhi oleh posisi Matahari yang rendah di langit, di mana cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, sehingga lebih banyak cahaya biru terhambur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
21 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Delay Akibat Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.59
BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas, Terbanyak di Kalimantan
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 03.00
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tutup 591 Sekolah, Tambah Buruk
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 02.59
Puan Soroti Singapura-Malaysia Protes Karhutla Kalimantan, Minta Ditangani Cepat
Berita terkait
Pemerintah Terus Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Menangani Karhutla Kalimantan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.32
Potret Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalimantan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 20.22
Karhutla Ancam Papua Tengah, BMKG Deteksi 279 Titik Panas di Nabire
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.55
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap Karhutla, 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Terganggu
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.20