Kabut Asap di Palembang Semakin Pekat, Masuk Kategori Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap di Palembang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengurangi jarak pandang hingga berbahaya. BMKG mencatat kadar PM2.5 mencapai 903,6 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, menunjukkan tingkat sangat tidak sehat. Hingga pukul 08.00 WIB, angka turun menjadi 271,7 µg/m³, namun kembali meningkat ke 495,6 µg/m³ pada siang hari. Warga mengalami gejala seperti mata perih, serta menggunakan masker di luar rumah. Tragis, seorang pengemudi ojek online, Ardiansyah (41 tahun), meninggal karena sesak napas setelah paparan asap Karhutla. Kematian ini dikaitkan dengan riwayat asma dan peningkatan frekuensi batuk serta kesulitan bernapas setelah kabut asam menyelimuti Palembang. Dampak Karhutla berlanjut sejak tiga bulan lalu, menyebabkan korban jiwa di wilayah Sumatera Selatan.
Bagikan
Berita terkait
BMKG: Kualitas Udara di Palembang Level Sangat Berbahaya
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 19.20
Kualitas Udara Makassar Memburuk, BMKG Duga Imbas Asap Karhutla
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 12.51
BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Terbanyak 2.994 Titik
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.40
Kabut Asap Selimuti Riau, BMKG Ungkap Adanya Potensi Kiriman dari Selatan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 18.06